Pusat Penelitian Pengembangan Pelayaran Internasional Asia Selatan dan Asia Tenggara Mengunjungi Akademi Maritim Myanmar


Kategori:

Berita Liga

penulis:

sumber:

Waktu pembebasan:

2025-10-14

 

Pada sore hari tanggal 24 September 2025, delegasi dari Pusat Penelitian Pengembangan Pelayaran Internasional Asia Selatan dan Asia Tenggara mengunjungi Kementerian Perhubungan Myanmar serta MYANMAR MERCANTILE MARINE COLLEGE (MMMC)—Institut Pelayaran Niaga Myanmar. Wakil Direktur Institut, Bapak Kyaw Kyaw Win, beserta para pimpinan institut lainnya menyambut hangat kedatangan tamu yang datang dari jauh. Kedua pihak kemudian melakukan pertukaran mendalam dalam suasana ramah dan penuh semangat, membahas berbagai topik seperti pengembangan talenta di bidang pelayaran serta kerja sama internasional.

Perkenalan mendetail, pahami secara menyeluruh profil institut

 

Mantan nama MMMC adalah IMT, yang didirikan pada tahun 1963 di Yangon melalui kerja sama antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Perhubungan Myanmar, dengan program Kursus Kadet Kelautan dan Teknik yang awalnya terutama bertujuan untuk melatih tenaga kelautan militer. Pada tahun 1971, program ini berdiri sendiri sebagai Sekolah Pelatihan Angkutan Dagang (Mercantile Marine Training School) yang langsung berada di bawah Kementerian Perhubungan, dengan fokus utama pada pelatihan teknologi pelayaran sipil. Tahun 1972, nama sekolah diubah menjadi Lembaga Penelitian Teknologi Kelautan (IMT), menandai transisi dari lembaga pelatihan semata menjadi institusi yang menggabungkan penelitian dan pendidikan. Pada tahun 2009, nama akhirnya ditetapkan sebagai MYANMAR MERCANTILE MARINE COLLEGE (MMMC)—Akademi Angkutan Dagang Kelautan Myanmar—dan tetap digunakan hingga kini. Setelah naik tingkat menjadi akademi pada tahun 2009, MMMC semakin memperkuat kerja sama internasional; pada tahun 2015, kurikulumnya resmi dimasukkan ke dalam kerangka Konvensi STCW, sehingga lulusannya dapat langsung mengajukan sertifikat kelayakan pelaut internasional (COC). Kemudian, sejak 2020, sesuai dengan inisiatif IMO tentang "Pelayaran Hijau", MMMC mulai menyelenggarakan program-program mutakhir seperti pengurangan emisi kapal dan penerapan energi baru, serta menjalin kerja sama dengan Institut Kejuruan Maritim Jiangsu di Tiongkok untuk menerapkan model pelatihan "Empat Kapal Bergantian". Selain itu, MMMC juga berpartisipasi dalam Proyek Keselamatan Maritim ASEAN, yang bertujuan melatih para profesional di bidang keamanan pelabuhan bagi negara-negara Asia Tenggara; serta menjajaki mekanisme saling pengakuan sertifikasi talenta maritim lintas batas dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, guna mendorong lapangan kerja internasional bagi pelaut Myanmar. Sebagai institusi sentral dalam pendidikan maritim di Myanmar, MMMC terus berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan negara tersebut.

Kunjungan lapangan, rasakan suasana kampus yang sebenarnya

Setelah mendengarkan penjelasan rinci, para pimpinan perguruan tinggi dengan ramah mengundang delegasi untuk melakukan kunjungan langsung ke kampus.

Pertama-tama yang dikunjungi adalah area pengajaran. Delegasi memasuki salah satu ruang kelas, di mana Direktur Mr. Kyaw Kyaw Win memperkenalkan delegasi yang sedang berkunjung kepada para siswa yang sedang mengikuti pelajaran. Anggota delegasi, Komisioner Zhou Ling, dengan ramah berbincang-bincang dengan para siswa. Sungguh mengejutkan, saat percakapan berakhir, para siswa secara bersahaja menyampaikan ucapan "terima kasih" dalam bahasa Mandarin standar—dua kata sederhana yang penuh kehangatan dan mencerminkan ikatan persahabatan Tiongkok-Myanmar, sekaligus membuat setiap orang yang hadir merasakan pesona budaya lintas negara.

 

Selanjutnya, delegasi mengunjungi asrama mahasiswa serta lapangan olahraga dan halaman sekolah. Asrama dilengkapi kamar berdua, mencerminkan perhatian institut terhadap kehidupan mahasiswa. Kunjungan fasilitas-fasilitas ini memperlihatkan kepada delegasi betapa seriusnya institut dalam mendukung pengembangan siswa secara menyeluruh.

Yang paling mengesankan adalah kunjungan ke ruang praktik dan laboratorium. Tempat-tempat ini dilengkapi dengan berbagai peralatan khusus pelayaran, termasuk sistem simulasi pengemudian kapal, instrumen navigasi, peralatan mesin kapal, dan lainnya. Di sini, para mahasiswa dapat menjalani pelatihan operasional langsung, mengubah pengetahuan teori yang mereka peroleh di kelas menjadi keterampilan praktis. Bapak Kyaw Kyaw Win menjelaskan bahwa institut sangat menekankan pembelajaran praktik, sehingga setiap mahasiswa wajib menyelesaikan jam pelatihan praktik yang ditentukan sebelum lulus. Konsep pengajaran yang berfokus pada praktik ini sejalan sepenuhnya dengan filosofi Pusat Penelitian Pengembangan Pelayaran Internasional Asia Selatan dan Tenggara.

 

Memperdalam kerja sama, bersama menciptakan masa depan yang lebih baik

Kunjungan kali ini merupakan kunjungan balik yang penting setelah kunjungan terakhir Mr. Kyaw Kyaw Win ke Kunming untuk menghadiri upacara pendirian Pusat Penelitian Pengembangan Pelayaran Internasional Asia Selatan dan Asia Tenggara. Melalui kunjungan lapangan dan dialog mendalam, delegasi memperoleh pemahaman yang lebih nyata dan konkret tentang Akademi Maritim Myanmar, sekaligus melihat luasnya ruang kerja sama serta prospek menarik di antara kedua pihak.

Ke depan, kedua pihak dapat menjalin kerja sama yang pragmatis di berbagai bidang seperti ketenagakerjaan, kunjungan timbal balik, dan penelitian ilmiah. Kunjungan kali ini telah meletakkan dasar yang kokoh untuk kerja sama selanjutnya, dan kami yakin bahwa dengan upaya bersama dari kedua belah pihak, kita pasti akan memetik hasil kerja sama yang melimpah, serta berkontribusi dalam pengembangan industri pelayaran di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, sekaligus menambah lembaran baru dalam hubungan persahabatan antara Tiongkok dan Myanmar.

kata kunci:

sebelumnya: